Pameran “Gadget” dan Teknologi Indocomtech 2016 Dibuka

Indocomtech kembali dibuka di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan. Pameran gadget dan teknologi ini memasuki tahun penyelenggaraan ke-24 yang diadakan oleh Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) bekerja sama dengan event organizer Amara Pameran Indonesia (API).

“Sejak pertama kali digelar tahun 1991 hingga sekarang, Indocomtech tak pernah absen menyajikan perkembangan teknologi terbaru bagi masyarakat,” ujar Chris Irwan Japari dari Dewan Pembina Apkomindo di acara pembukaan Indocomtech, Rabu (2/11/2016).

Dia menambahkan, Indocomtech yang pada 2016 mengusung slogan “Gadget is Everywhere” tidak hanya ditujukan sebagai ajang penjualan bagi para peserta, namun sekaligus memberikan edukasi kepada pungunjung lewat serangkaian workshop serta fasilitas networking untuk pelaku bisnis lokal dan internasional.

Tahun 2016 sekaligus menandai debut tajuk baru “BRI Indocomtech” dengan dukungan penuh dari Bank Rakyat Indonesia sebagai sponsor utama yang telah menyokong Indocomtech selama 5 tahun belakangan.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara yang turut hadir dalam acara pembukaan mengatakan BRI Indocomtech adalah eksebisi yang memperlihatkan salah satu aspek dari network broadband, yakni Device (dari Device, Network, dan Application atau DNA) kepada masyarakat.

“Tanpa ada device, network maupun application tidak akan bisa jalan. Makanya saya sengaja datang agar ekosistem bisa berjalan,” kata pria yang sering disapa Chief RA ini.

Menempati area seluas 17.000 meter persegi di Hall A, Prefunction Hall A, Hall B, Prefunction Hall B, Hall Cenderawasih, dan Main Lobby JCC, Indocomtech diikuti oleh 300 eksibitor bidang telekomunikasi, komputer, software, games, smartphone, serta produk elektronik dan aksesori.

Selain eksibitor dalam negeri, seperti tahun sebelumnya, BRI Indocomtech 2016 turut menghadirkan area paviliun khusus untuk produsen TIK dari China, Taiwan, dan Hongkong yang berisi lebih dari 100 peserta.

Paviliun tersebut diharapkan bisa memfasilitasi networking pebisnis TIK lokal dengan pelaku industri serupa dari mancanegara.

Pameran berlangsung Rabu (2/11/2016) hingga Minggu (6/11/2016), pukul 10.00 hingga 21.00 WIB. Adapun harga tiket masuk yang bisa dibeli di lokasi adalah sebagai berikut:
Rabu (2/11/2016) hingga Jumat (4/11/2016): Rp 15.000
Sabtu (5/11/2016) hingga Minggu (6/11/2016): Rp 20.000

2017, Apple Dipastikan Bangun Pusat Riset di Indonesia

Apple dipastikan bakal membangun pusat riset dan pengembangan (R&D) di Indonesia pada 2017 mendatang. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara ketika menghadiri acara pembukaan BRI Indocomtech 2016 di JCC, Jakarta, Rabu (2/11/2016).

“Sekarang izin-izinnya sedang dilakukan oleh Apple,” ujar Rudiantara saat ditemui wartawan usai acara.

“Tahun 2017 harus ada, kalau tidak mereka (Apple) tidak boleh dagang di Indonesia,” imbuhnya.

Baca: Tidak Bikin Pabrik, Apple Bisa Boyong iPhone ke Indonesia

Apple berencana membangun pusat R&D di Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan soal tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sebesar 30 persen untuk ponsel 4G yang dipasarkan di Indonesia.

Bila tidak mencapai nilai tersebut pada Januari 2017 mendatang, vendor perangkat yang bersangkutan tidak bisa menjual produk-produknya di Indonesia.

Rudiantara tidak mengungkapkan nilai investasi yang digelontorkan Apple untuk membangun pusat R&D di Indonesia.

Baca: Apple Akhirnya Bisa Jualan iPhone di Indonesia

Namun, sebelumnya Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan, pernah menyebutkan angka mencapai ratusan miliar rupiah.

“Ada komitmen rencana untuk investasi sebesar 48 juta dollar AS (sekitar Rp 626,7 miliar selama tiga tahun, dengan cara membangun tiga pusat pengembangan industri software,” kata Putu ketika dihubungi KompasTekno beberapa waktu lalu.

Bukalapak dan Tokopedia Jelaskan Aplikasinya yang Lacak Data Pengguna

Salah satu riset Opera menyebutkan bahwa aplikasi e-commerce, di antaranya Bukalapak dan Tokopedia, mengambil data pribadi pengguna dan bisa saja memberikannya kepada pihak ketiga. Riset itu dibantah oleh masing-masing bos situs belanja online tersebut.

CEO Tokopedia Wiliam Tanuwijaya memastikan bahwa data pribadi pengguna layanannya dijamin aman dan dirahasiakan. Tak ada satu pun data yang dioper ke pihak ketiga, seperti disebutkan dalam riset tersebut.

“Tokopedia sendiri pastinya menjaga kerahasiaan data pengguna, karena buat kami bisnis kami adalah bisnis reputasi dan bisnis kepercayaan,” terang Wiliam saat dihubungi KompasTekno, Rabu (2/11/2016).

Hal senada diungkap oleh CEO Bukalapak, Achmad Zaky. Menurutnya, situs dan aplikasi Bukalapak menggunakan protokol HTTPS sehingga setiap data yang dikirimkan oleh pengguna sudah dienkripsi. Cara tersebut membuat data tidak bisa dibaca oleh pihak lain, baik melalui jaringan seluler atau WiFi publik.

Pengamanan yang diberikan pun bukan sekadar protokol HTTPS saja. Bukalapak mengaku bekerja sama dengan payment gateway yang menerapkan keamanan sesuai ketentuan Payment Card Industry Data Security Standard (PCI DSS). Semuanya demi menjamin agar data pribadi atau data pembayaran tidak bocor ke pihak lain.

“Bukalapak selalu mengutamakan keamanan pengguna, sehingga pernyataan bahwa Bukalapak melakukan pembocoran data tidaklah benar,” ujar Zaky.

Baca: Aplikasi Belanja Online di Indonesia Disebut Lacak Data Pengguna

Soal data yang direkam

Sumber dalam industri yang tidak mau disebut namanya mengatakan bahwa semua e-commerce dapat dipastikan mengumpulkan data penggunanya. Proses pengumpulan ini tidak semuanya dilakukan diam-diam, melainkan atas persetujuan pengguna.

Selain itu, pemakaian data tersebut pun hanya untuk keperluan internal masing-masing e-commerce. Jadi data itu sama sekali tidak diumbar ke luar atau diberikan kepada pihak ketiga.

Dengan demikian, pengumpulan data pengguna menggunakan tracker atau alat pelacak, tidak berarti membocorkan data ke pihak lain. Pasalnya data yang dikumpulkan pun biasanya memiliki enkripsi dan dipakai secara internal, sesuai dengan kebijakan masing-masing e-commerce.

“Hampir semua aplikasi pasti memasang semacam tracker untuk keperluan aplikasinya sendiri, misalnya untuk keperluan membuat rekomendasi yang tepat atau retargeting marketing. Misalnya, habis liat produk A, kalau tidak checkout dalam tiga hari maka akan dikirim reminder,” terang sumber dalam industri tersebut.

Bukalapak pun mengakui bahwa ada data yang dikumpulkan. Namun dengan catatan, data tersebut sudah dipastikan kerahasiaannya dan tidak mengandung informasi sensitif, seperti kartu kredit atau rekening bank.

“Bukalapak menerapkan data driven experience. Kami kumpulkan data pengalaman pengguna belanja di Bukalapak, baik secara langsung atau melalui pihak ketiga. Data digunakan secara internal untuk meningkatkan pelayanan. Data itu pun tidak mengandung informasi rekening bank atau kartu kredit,” terang Zaky.

Pusat Riset Apple di Indonesia Terbesar Kedua Setelah Brasil

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memastikan bahwa Apple, produsen iPhone asal Negeri Paman Sam, bakal membangun pusat riset dan pengembangan teknologi (R&D) di Indonesia pada 2017.

Menurut dia, pusat R&D Apple di Indonesia itu nantinya akan menjadi yang terbesar kedua di dunia setelah pusat riset serupa di Brasil, di luar markas Apple sendiri di Amerika Serikat.

“Tahun 2017 (pusat R&D) Apple mulai diimplementasikan. Sekarang yang terlibat ada tiga, (Kementerian) Kominfo, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian,” ujar Rudiantara ketika ditemui wartawan seusai menghadiri acara pembukaan BRI Indocomtech 2016 di JCC, Jakarta, Rabu (2/11/2016).

Baca: 2017, Apple Dipastikan Bangun Pusat Riset di Indonesia

Rudiantara mengaku sudah bertemu dengan perwakilan Apple untuk kawasan Asia Pasifik dan dari kantor pusat di Silicon Valley, AS. Dalam pertemuan itu, lanjut Rudiantara, Apple menyatakan sudah mencari lokasi untuk pembangunan pusat R&D di Indonesia.

Pria yang sering disapa Chief RA ini memastikan pusat R&D Apple akan dibangun di beberapa lokasi berbeda, tidak hanya di ibu kota Jakarta.

“Pencarian lokasi sudah dilakukan oleh mereka, tinggal implementasi,” kata Rudiantara.

“Mereka sudah dipastikan tidak hanya di Jakarta. Sekarang hanya masalah timing,” lanjut dia tanpa merinci di mana saja lokasi pembangunan pusat R&D Apple di Indonesia.

“Kalau ekosistem mendukung di daerah lain (di luar Jakarta dan Jawa) kenapa enggak? Memangnya (di daerah lain) tidak ada talent? Tentu ada. Kita saja yang ignorant,” imbuhnya.

Tiga lokasi

Sebelumnya, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan, pernah menyebutkan bahwa Apple berencana menanam investasi untuk membangun pusat riset di beberapa tempat di Indonesia.

“Ada komitmen rencana untuk investasi sebesar 48 juta dollar AS (sekitar Rp 626,7 miliar) selama tiga tahun, dengan cara membangun tiga pusat pengembangan industri software,” kata Putu ketika dihubungi KompasTekno beberapa waktu lalu.

Baca: Apple Akhirnya Bisa Jualan iPhone di Indonesia

Apple berencana membangun pusat R&D di Indonesia untuk memenuhi aturan pemerintah soal tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sebesar 30 persen untuk ponsel 4G yang dipasarkan di Indonesia.

Bila tidak mencapai nilai tersebut pada Januari 2017 mendatang, vendor perangkat yang bersangkutan tidak bisa menjual produk-produknya di Indonesia.

Aturan TKDN

Demi mendukung aturan kandungan lokal di atas, pemerintah telah merilis Permenperin No 65 tahun 2016 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai TKDN Produk Telepon Seluler, Komputer Genggam (Handheld), dan Komputer Tablet.

Menurut Pasal 25, produsen gadget memang diizinkan untuk memenuhi TKDN dengan cara mengucurkan investasi. Ketentuannya, komitmen investasi tersebut diselesaikan dalam waktu tiga tahun.

Investasi tersebut mesti dikucurkan dalam besaran tertentu untuk bisa memperoleh TKDN dalam jumlah tertentu. Detailnya sebagai berikut:

Investasi total mulai dari Rp 250 miliar sampai Rp 400 miliar = TKDN 20 persen
Investasi total di atas Rp 400 miliar sampai Rp 550 miliar = TKDN 25 persen
Investasi total di atas Rp 550 miliar sampai Rp 700 miliar = TKDN 30 persen
Investasi total lebih dari Rp 1 triliun = TKDN 40 persen

Baca: Kemenperin Resmikan Aturan TKDN Ponsel 4G

Merujuk pada daftar tersebut, artinya Apple akan memperoleh TKDN sebesar 30 persen untuk gadget 4G yang ingin dijualnya di Indonesia. Entah iPhone atau iPad seri manakah yang akan jadi produk perdananya pasca-pemenuhan TKDN ini.

KompasTekno telah menghubungi pihak Apple Indonesia. Namun, mereka enggan berkomentar mengenai hal ini.

iPhone Kuno Dijual Rp 1,5 Juta di Indocomtech 2016

Ajang Indocomtech kembali digelar mulai Rabu (2/11/2016) di JCC, Senayan, Jakarta. Pesta jualan gadget dan komputer ini seperti biasanya dimanfaatkan brand dan peritel untuk memasarkan produk dan menawarkan diskon besar.

Salah satu gadget yang ditawarkan adalah iPhone versi lawas, yaitu iPhone 3GS. Smartphone buatan Apple ini pertama kali diperkenalkan Steve Jobs enam tahun yang lalu, tepatnya Juni 2009.

iPhone generasi ketiga yang kini sudah layak disebut kuno itu dijual seharga Rp 1,5 juta di salah satu booth peritel smartphone.

“Iya kami menjual iPhone 3GS tetapi stoknya sangat terbatas, ” ujar Operation Head Point2000, Jimmy H kepada KompasTekno saat ditemui di booth, Rabu siang.

Menurut Jimmy, iPhone 3GS yang ditawarkan merupakan unit baru, bergaransi, dan bukan ex-display.

Selain iPhone 3GS, peritel ini juga menawarkan iPhone model lain dengan sejumlah potongan harga. Mulai dari iPhone 5 model 16 GB yang dijual Rp 3,5 juta, iPhone 5C 8 GB seharga Rp 4,25 juta, sampai iPhone 6+ versi 128 GB dengan harga awal Rp 15,1 juta.

Untuk iPhone model-model di atas, stok unitnya dijanjikan cukup banyak.

“Untuk iPhone 5, 5C, dan iPhone 6 stoknya lumayan banyak,” ujar Jimmy.

Meski demikian, ia tidak bisa menjamin ketersediaan seluruh model hingga hari terakhir Indocomtech 2016.

Baca: Harga iPhone 7 BM di Jakarta Tembus Rp 25 Juta

Selain iPhone, Point2000 yang memiliki 27 toko di Jabodetabek juga menawarkan smartphone dari berbagai merek di pameran Indocomtech kali ini, mulai dari Oppo, Lenovo, Samsung, LG, Xiaomi, Sony Xperia, hingga BlackBerry dan Nokia Lumia.

Indocomtech 2016 akan berlangsung selama lima hari hingga Minggu (6/11/2016). Pengunjung dikenai tiket masuk sebesar Rp 15.000 untuk hari Rabu hingga Jumat dan Rp 20.000 pada Sabtu/Minggu.

Kamera “Selfie” LG G6 Punya Fungsi Pemindai Iris?

Beberapa bocoran fitur LG G6 sudah beredar di internet. Flagship itu dikatakan bakal memangkas desain modular secara permanen, mengusung layar melengkung dengan teknologi OLED, serta dilengkapi platform pembayaran yang mirip dengan Android Pay atau Samsung Pay.

Isu terbaru, LG G6 disebut-sebut akan memiliki fitur pemindai iris mata yang disatukan dengan kamera selfie. Teknologi tersebut dimungkinkan mekanisme perubahan filter alias filter-changing, sebagaimana dilaporkan PhoneArena dan dihimpun KompasTekno, Rabu (2/11/2016).

Diketahui, pemindai iris mata bekerja menggunakan cahaya inframerah. Mata pengguna akan diiluminasi sehingga detil iris menampakkan diri. Karena mekanismenya ruwet, maka kamera untuk memindai iris mata semestinya dipisahkan dengan kamera selfie reguler.

Misalnya saja pada Galaxy Note 7 buatan Samsung. Ponsel itu menggunakan kamera depan kedua yang khusus dimanfaatkan untuk memindai iris mata.

Nah, dengan mekanisme filter-changing, menurut LG, kamera selfie bisa mengganti filter menjadi inframerah saat dibutuhkan untuk memindai iris. Jika tidak, kamera selfie akan tetap melakukan fungsi utamanya, yakni membidik foto mandiri.

Dalam sebuah acara pameran di Korea Selatan, LG menjelaskan bahwa modul kamera all-in-one itu akan mengefisiensi ruang dalam menyusun elemen perangkat. Selain itu, pemanfaatannya juga praktis.

Penggabungan kamera selfie dan iris mata dalam satu modul ini bisa dibilang inovasi baru yang diperkenalkan LG. Belum jelas apakah konsep desain demikian bisa bekerja maksimal atau tidak.

LG sejatinya juga belum membenarkan bahwa desain kamera all-in-one itu akan diberlakukan pada G6 atau baru sekadar diperkenalkan saja. Benar atau tidaknya bisa diketahui pada acara peluncuran G6 yang disebut-sebut sekitar April 2017.